Di tengah percakapan besar tentang masa depan teknologi, ada satu pertanyaan yang semakin penting untuk dijawab: apakah Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi teknologi global, atau juga mampu melahirkan inovasi digitalnya sendiri? Pertanyaan itu terasa sangat relevan ketika Telkomsel menggelar NextDev Summit 2026, ajang puncak program NextDev ke-11, yang tahun ini secara tegas menempatkan kecerdasan buatan atau AI sebagai pusat inovasi. Mengusung tema “Unleashing AI Impact”, forum ini bukan sekadar panggung startup, tetapi juga ruang pertemuan antara gagasan, solusi nyata, dan visi besar tentang kedaulatan digital Indonesia.
Yang membuat gelaran ini terasa penting adalah arah pesannya. NextDev Summit 2026 tidak mendorong AI sebagai hiasan presentasi atau gimmick teknologi semata. Justru yang ditonjolkan adalah bagaimana AI dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata masyarakat dan industri, mulai dari administrasi pajak, pengelolaan SDM, sampai efisiensi komunikasi digital. Dalam konteks inilah, pembahasan soal kedaulatan digital menjadi lebih konkret. Kedaulatan digital bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kemampuan bangsa ini membangun solusi sendiri, memahami kebutuhan sendiri, dan menciptakan teknologi yang relevan dengan realitas lokal.
Dari Inkubator ke Panggung Nasional
NextDev Summit 2026 merupakan puncak dari rangkaian panjang program inkubasi yang dimulai sejak September 2025. Prosesnya tidak singkat. Dari 270 technopreneur yang terdaftar, peserta diseleksi melalui roadshow dan onsite pitching di empat kota utama, yaitu Medan, Bandung, Makassar, dan Bali. Setelah disaring menjadi 18 besar, akhirnya terpilih 10 finalis yang tampil dalam final pitching di Jakarta pada 9 April 2026. Proses yang bertahap ini menunjukkan bahwa solusi yang sampai ke panggung akhir bukan lahir secara instan, tetapi telah melalui pembinaan, pengujian, dan pendalaman model bisnis.
Di tahap Academy, para finalis mendapat bootcamp, mentoring, expert session, dan ecosystem benchmarking. Kurikulumnya fokus pada strategi pertumbuhan bisnis, penguatan fundamental usaha, pemasaran dan penjualan, serta strategi implementasi AI. Pendekatan semacam ini penting karena startup yang kuat bukan hanya startup yang punya ide menarik, tetapi juga yang tahu cara mengeksekusi, memperluas dampak, dan membangun produk yang benar-benar bisa dipakai. Jadi, ketika NextDev Summit digelar, yang tampil bukan hanya proposal bagus, melainkan startup yang sudah mulai ditempa untuk siap tumbuh.
Kedaulatan Digital Bukan Slogan Kosong
Salah satu nada paling kuat dari NextDev Summit 2026 adalah penekanan pada pentingnya kedaulatan digital. Dalam rangkaian acara itu, dukungan pemerintah muncul dengan pesan yang cukup jelas: penguasaan AI dan penguatan ekosistem digital nasional harus menjadi bagian dari langkah Indonesia menjaga kedaulatannya di era teknologi. Gagasan ini terasa masuk akal. Bangsa yang tidak membangun kapasitas teknologinya sendiri akan selalu bergantung pada sistem, platform, dan model inovasi dari luar. Sebaliknya, ketika ekosistem lokal tumbuh, maka ruang untuk menentukan arah perkembangan digital nasional akan semakin besar.
Di titik inilah peran program seperti NextDev menjadi lebih dari sekadar kompetisi startup. Ia menjadi semacam laboratorium untuk melihat potensi anak muda Indonesia dalam membangun solusi digital berbasis AI yang sesuai dengan kebutuhan dalam negeri. Telkomsel, lewat posisinya sebagai infrastruktur dan platform digital besar, mencoba memainkan peran sebagai penghubung: mempertemukan inovator, mentor, investor, dan ekosistem yang lebih luas. Jika rantai seperti ini terus hidup, maka kedaulatan digital tidak berhenti sebagai jargon, tetapi berubah menjadi proses membangun daya cipta nasional yang berkelanjutan.
Tax Point, Bukti AI Bisa Menyentuh Masalah Sehari-hari
Puncak paling menarik dari NextDev Summit 2026 tentu adalah lahirnya para pemenang. Gelar Best of The Best jatuh kepada Tax Point, startup asal Tabanan, Bali. Solusi yang mereka bawa fokus pada layanan konsultasi pajak yang responsif, terjangkau, dan didukung tenaga ahli bersertifikasi. Sekilas, topik pajak mungkin terdengar jauh dari dunia inovasi yang glamor. Namun justru di situlah kekuatan ide ini. Tax Point tidak membangun AI untuk terlihat futuristik, melainkan untuk membantu menyederhanakan persoalan administratif yang selama ini terasa rumit bagi individu maupun pelaku usaha.
Kemenangan Tax Point memberi pesan menarik: inovasi AI terbaik bukan selalu yang paling rumit, tetapi yang paling tepat membaca kebutuhan. Banyak orang dan bisnis kecil kesulitan menghadapi urusan pajak bukan karena mereka tidak mau patuh, tetapi karena prosesnya terasa membingungkan, teknis, dan menyita waktu. Ketika AI dipakai untuk membuat layanan semacam ini lebih cepat, lebih mudah dipahami, dan lebih terjangkau, maka teknologi benar-benar bekerja sebagai pemecah masalah. Inilah jenis inovasi yang membuat AI terasa dekat dengan kehidupan nyata.
AI yang Membumi, Bukan AI yang Pura-Pura Canggih
Selain Tax Point, posisi Runner-Up diraih Epployee dari Bandung, yang menghadirkan solusi ekosistem HRIS berbasis cloud dan AI dalam satu platform. Sementara itu, Sumrize dari Subang dinobatkan sebagai Most Attractive Digital Business berkat platform AI yang mampu merangkum percakapan grup WhatsApp secara otomatis, sehingga pengguna tidak perlu membaca ratusan pesan untuk menangkap inti diskusi. Ketiga pemenang ini punya satu kesamaan: mereka menghadirkan AI yang membumi. Bukan AI yang sekadar terdengar canggih, tetapi AI yang menjawab kebutuhan yang sangat nyata.
Dari sini terlihat bahwa arah NextDev tahun ini cukup dewasa. Fokusnya bukan pada sensasi, melainkan relevansi. Administrasi pajak, pengelolaan SDM, dan banjir informasi dalam grup percakapan adalah problem yang akrab dengan kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja. Artinya, inovasi yang lahir tidak terjebak pada romantisme teknologi, tetapi benar-benar bergerak ke wilayah pemanfaatan. Ini penting untuk ekosistem startup Indonesia, karena pasar kini semakin menuntut solusi yang konkret, efisien, dan bisa tumbuh secara realistis.
