Mau Menjadi Software Engineer Bisa Kuliah Jurusan Apa Saja?

Laila
8 Min Read
Mau Menjadi Software Engineer Bisa Kuliah Jurusan Apa Saja?

Banyak orang mikir jalur jadi Software Engineer (SE) itu cuma satu: harus kuliah Teknik Informatika. Padahal kenyataannya, dunia software itu luas banget. Banyak software engineer hebat datang dari jurusan yang “kelihatannya” tidak murni IT, tapi mereka punya satu hal penting: logika, cara berpikir sistematis, dan kemauan belajar terus. Software engineer pada dasarnya adalah orang yang membangun solusi lewat perangkat lunak: membuat aplikasi, sistem, layanan backend, memastikan sistem stabil, scalable, aman, dan mudah dikembangkan. Karena itu, jurusan yang paling “nyambung” adalah yang melatih pola pikir analitis dan pemecahan masalah—dan itu tidak eksklusif milik satu jurusan saja. Di bawah ini beberapa jurusan kuliah yang bisa jadi jalan masuk paling realistis menuju karier software engineer.

Teknik Informatika / Ilmu Komputer

Ini jalur paling umum. Kamu biasanya belajar:

  • algoritma & struktur data
  • pemrograman dasar sampai lanjut
  • database, jaringan, OS
  • software engineering (testing, desain sistem)
  • AI / machine learning (opsional, tergantung kampus)

Cocok buat: kamu yang pengen fondasi teori + praktik yang kuat sejak awal. Catatan: jurusan ini sering menuntut banyak latihan di luar kelas juga, terutama kalau ingin “siap kerja” cepat.

Sistem Informasi

Kalau Teknik Informatika fokus ke “how to build”, Sistem Informasi sering fokus ke “how to build untuk kebutuhan bisnis”. Kamu bisa belajar:

  • analisis kebutuhan (requirement)
  • proses bisnis & ERP
  • database & aplikasi
  • manajemen proyek
  • UI/UX dasar, data, dan integrasi sistem

Cocok buat: kamu yang suka gabungan teknis + bisnis dan pengin jadi SE yang paham kebutuhan user. Banyak SI jadi backend engineer, fullstack, data engineer, atau masuk jalur product/tech analyst dulu lalu “naik kelas” ke engineer.

Teknik Komputer / Computer Engineering

Ini kombinasi hardware–software. Umumnya belajar:

  • arsitektur komputer
  • embedded systems, IoT
  • jaringan, low-level programming
  • sistem operasi & dasar elektronik

Cocok buat: kamu yang suka perangkat keras, IoT, robotik, atau sistem yang dekat dengan mesin. Lulusannya banyak yang jadi software engineer juga, terutama di area systems programming, firmware, backend performance.

Teknik Elektro

Elektro bukan “coding” doang, tapi logikanya tajam. Kamu akan ketemu:

  • matematika kuat, sinyal, sistem kontrol
  • embedded, otomasi
  • kadang ada pemrograman untuk simulasi atau sistem

Cocok buat: kamu yang suka engineering serius, dan tertarik ke embedded, robotics, automation, atau bahkan backend (kalau kamu ambil tambahan skill coding).

Matematika / Statistika / Sains Data

Kalau kamu kuat hitung-hitungan dan berpikir abstrak, ini jalur yang sering jadi “senjata rahasia”. Kamu belajar:

  • logika, analisis, pemodelan
  • statistik, probabilitas
  • data processing (sering pakai Python/R)
  • kadang machine learning

Cocok buat: kamu yang mengincar SE di area data engineer, ML engineer, quant/dev, atau software yang butuh perhitungan akurat. Banyak orang dari matematika jadi software engineer karena struktur berpikirnya rapi.

Fisika

Fisika melatih problem solving berat, simulasi, dan pemodelan. Biasanya:

  • banyak matematika terapan
  • komputasi/simulasi
  • bisa nyambung ke scientific computing

Cocok buat: kamu yang tertarik ke game physics, simulation, HPC, atau software yang “ilmiah”.

Teknik Industri

Ini sering diremehkan, padahal banyak anak TI sukses dari Industri. Industri kuat di:

  • sistem & proses
  • optimasi, operasi, efisiensi
  • logika alur kerja
  • project & quality mindset

Cocok buat: kamu yang ingin jadi SE yang kuat di analisis sistem, product thinking, process engineering, atau masuk business analyst → software engineer.

Akuntansi / Manajemen / Ekonomi (Jalur “Bisnis ke Tech”)

Kelihatannya jauh, tapi justru sering jadi keunggulan kalau kamu masuk bidang:

  • fintech
  • ERP
  • sistem akuntansi / pajak / audit tools
  • data pipeline bisnis

Cocok buat: kamu yang paham domain bisnis dan mau “naik” jadi engineer yang bikin software untuk dunia itu. Biasanya jalur ini butuh usaha ekstra di coding, tapi keunggulannya: kamu ngerti masalah nyata yang butuh solusi.

Realita Penting: Jurusan Membantu, Tapi Skill Menentukan

Dalam rekrutmen software engineer, perusahaan umumnya melihat:

  • kemampuan coding (portofolio, test, project)
  • logika (DSA, problem solving)
  • dasar sistem (API, database, networking)
  • kebiasaan kerja (Git, testing, kolaborasi)

Artinya, mau jurusan apa pun, kamu tetap perlu membuktikan skill lewat:

  • project (minimal 2–4 project yang jelas)
  • GitHub yang rapi
  • pemahaman fundamental (bukan cuma “bisa bikin”, tapi ngerti “kenapa begitu”)

Perspektif tambahan dari saya: Kalau kamu memilih jurusan yang bukan murni IT, kamu bisa punya “nilai unik” (domain knowledge). Di dunia kerja, engineer yang paham domain bisnis sering lebih cepat naik karena dia bisa bikin solusi yang tepat, bukan hanya solusi yang jalan.

FAQ

1. Kalau bukan jurusan Informatika, masih bisa jadi software engineer?

Bisa banget. Banyak yang start dari SI, Elektro, Matematika, bahkan Ekonomi. Kuncinya: bangun skill coding dan portofolio.

2. Jurusan paling aman untuk jadi software engineer apa?

Paling “aman” biasanya Teknik Informatika/Ilmu Komputer, karena kurikulumnya paling langsung ke software engineering. Tapi “aman” bukan berarti otomatis jago—tetap harus latihan.

3. Sistem Informasi bisa jadi software engineer juga?

Bisa. Banyak SI jadi fullstack/backend, apalagi kalau rajin proyek dan mendalami fundamental (API, DB, system design).

4. Kalau saya lemah matematika, masih bisa jadi software engineer?

Masih bisa. SE tidak selalu butuh matematika berat (kecuali bidang tertentu seperti ML, graphics, atau scientific computing). Yang penting logika dan latihan problem solving.

5. Mulai belajar coding dari mana kalau saya beda jurusan?

Mulai dari 1 bahasa dulu (misal JavaScript atau Python), lalu lanjut:

  • dasar programming
  • buat 1–2 project kecil
  • belajar Git
  • belajar API + database
  • baru naik ke framework (React/Next, Express, Django, dsb.)

6. Portofolio seperti apa yang bagus untuk pemula?

Yang jelas fungsinya dan ada “nilai”:

  • aplikasi kasir sederhana + laporan
  • sistem booking + dashboard admin
  • API service + auth (JWT) + database
  • clone sederhana tapi ditambah fitur unik

7. Apakah harus ikut bootcamp?

Tidak harus. Bootcamp bisa membantu struktur dan disiplin, tapi kalau kamu bisa konsisten belajar mandiri, hasilnya bisa sama atau lebih bagus. Yang paling penting: output project.

8. IPK penting nggak untuk software engineer?

Tergantung perusahaan, tapi umumnya skill dan portfolio lebih menentukan. IPK tinggi bisa membantu di awal, tapi bukan penentu akhir.

9. Bidang software engineer itu apa saja?

Banyak:

  • frontend, backend, fullstack
  • mobile (Android/iOS)
  • data engineer
  • devops / cloud
  • QA automation
  • security engineer
  • embedded / IoT

10. Kalau tujuan saya cepat kerja sebagai SE, jurusan apa yang cocok?

TI/Ilkom atau SI biasanya lebih cepat jalannya karena “sejalur”. Tapi kalau kamu dari jurusan lain, fokuslah bikin portofolio yang relevan dengan posisi yang kamu incar.

Share This Article