Teknologi Arteris Dukung SUV Baru Li Auto L9 Livis dengan AI dan Integrasi SoC Canggih

Laila
6 Min Read
Teknologi Arteris Dukung SUV Baru Li Auto L9 Livis dengan AI dan Integrasi SoC Canggih

Industri otomotif modern sedang memasuki fase baru, ketika mobil tidak lagi hanya dinilai dari desain, tenaga mesin, atau kenyamanan kabin. Kini, kendaraan pintar mulai ditentukan oleh kemampuan komputasi, kecerdasan buatan, sistem bantuan berkendara, serta integrasi perangkat lunak dan semikonduktor di dalamnya. Dalam konteks ini, Li Auto L9 Livis menjadi salah satu contoh menarik bagaimana teknologi arteris dukung SUV premium bergerak menuju era kendaraan berbasis AI yang lebih canggih. Li Auto meluncurkan all-new Li L9 pada 15 Mei 2026 dengan dua varian, yakni Ultra dan Livis. Pengiriman unit disebut dimulai pada 17 Mei 2026, dengan harga masing-masing RMB459.800 untuk Ultra dan RMB509.800 untuk Livis.

Peran Arteris di Balik Teknologi L9 Livis

Salah satu hal paling menarik dari Li Auto L9 Livis adalah keterlibatan teknologi Arteris di balik pengembangan sistem komputasinya. Arteris dikenal sebagai perusahaan teknologi semikonduktor yang fokus pada optimasi pergerakan data, integrasi system-on-chip, dan efisiensi arsitektur chip modern. Dalam kendaraan pintar, kemampuan ini sangat penting karena mobil harus memproses banyak data secara cepat dari sensor, kamera, radar, sistem AI, hingga fitur keselamatan.

Arteris mengumumkan bahwa teknologi system IP miliknya digunakan oleh Li Auto untuk mendukung smart vehicle mereka, dimulai dari proprietary SoC pada all-new L9 Livis. Teknologi yang digunakan mencakup FlexNoC 5 network-on-chip IP dan Magillem SoC integration automation software.

SoC Canggih sebagai Otak Kendaraan

Dalam kendaraan pintar seperti L9 Livis, SoC atau system-on-chip dapat dianggap sebagai otak utama yang mengatur banyak fungsi penting. Chip ini tidak hanya bertugas menjalankan sistem hiburan atau navigasi, tetapi juga mendukung fitur berkendara cerdas, pemrosesan AI, pengenalan lingkungan sekitar, dan respons keselamatan.

Li Auto disebut mengembangkan SoC autonomous driving secara internal dengan kemampuan komputasi hingga 2.560 TOPS, atau triliun operasi per detik, untuk menjalankan tugas AI pada kendaraan otonom. Angka ini menunjukkan betapa besar kebutuhan komputasi pada mobil pintar generasi baru.

Kemampuan sebesar itu dibutuhkan karena kendaraan modern harus membaca situasi jalan secara real-time. Mobil perlu memahami posisi kendaraan lain, pejalan kaki, marka jalan, rambu, perubahan kecepatan, hingga risiko tabrakan. Semua proses tersebut membutuhkan aliran data yang sangat cepat dan stabil.

FlexNoC 5 dan Pentingnya Pergerakan Data

Salah satu kontribusi penting Arteris adalah FlexNoC 5. Teknologi network-on-chip ini membantu mengatur bagaimana data bergerak di dalam chip. Dalam SoC yang kompleks, ada banyak komponen berbeda seperti CPU, GPU, akselerator AI, sensor interface, dan sistem keselamatan. Semua komponen ini harus saling terhubung dengan efisien.

Jika pergerakan data lambat atau tidak teratur, performa sistem bisa terganggu. Dalam mobil pintar, gangguan seperti ini bukan hanya membuat fitur terasa lambat, tetapi juga bisa berdampak pada pengalaman berkendara dan keselamatan. Karena itu, arsitektur interkoneksi di dalam chip menjadi sangat penting.

Dengan FlexNoC 5, Li Auto dapat mengoptimalkan jalur komunikasi antarbagian dalam SoC. Tujuannya adalah menjaga performa tinggi, efisiensi daya, dan keandalan sistem ketika mobil menjalankan banyak tugas secara bersamaan.

Magillem dan Otomatisasi Integrasi SoC

Selain FlexNoC 5, Li Auto juga menggunakan Magillem SoC integration automation software. Perangkat lunak ini membantu proses integrasi desain chip agar lebih terstruktur dan efisien. Dalam pengembangan SoC modern, kompleksitas adalah tantangan besar. Semakin banyak komponen yang harus disatukan, semakin besar pula risiko kesalahan desain.

Magillem membantu mempercepat proses integrasi dan mengurangi risiko teknis. Bagi produsen kendaraan seperti Li Auto, ini sangat penting karena pengembangan mobil pintar membutuhkan waktu yang ketat. Produsen harus mampu menghadirkan teknologi baru dengan cepat, tetapi tetap menjaga kualitas, keamanan, dan stabilitas.

Dalam konteks L9 Livis, otomatisasi integrasi SoC memungkinkan sistem AI kendaraan dibangun dengan fondasi yang lebih matang. Hasilnya, teknologi komputasi dapat bekerja lebih efisien untuk mendukung fitur-fitur cerdas di dalam mobil.

AI yang Mengubah Pengalaman Berkendara

Li Auto L9 Livis tidak hanya menawarkan kemewahan fisik, tetapi juga pengalaman berkendara yang lebih pintar. AI menjadi elemen penting dalam membangun karakter kendaraan ini. Dengan dukungan komputasi tinggi, mobil dapat mengolah data lingkungan sekitar dan memberikan respons yang lebih adaptif.

AI di kendaraan modern dapat digunakan untuk berbagai hal, mulai dari bantuan mengemudi, pengenalan objek, manajemen keselamatan, pengaturan kabin pintar, hingga pengalaman pengguna yang lebih personal. Semakin baik kemampuan pemrosesan AI, semakin mulus pula interaksi antara pengemudi, penumpang, dan kendaraan.

Inilah alasan teknologi semikonduktor seperti yang dikembangkan Arteris menjadi sangat relevan. Mobil pintar membutuhkan fondasi chip yang kuat agar fitur AI tidak hanya terlihat menarik di atas kertas, tetapi benar-benar bisa bekerja secara konsisten dalam kondisi nyata.

Integrasi CPU, GPU, Akselerator AI, dan Sensor

Pengembangan SoC pada L9 Livis juga mencerminkan arah baru industri otomotif. Mobil tidak lagi bergantung pada sistem terpisah yang berjalan sendiri-sendiri. Sebaliknya, banyak fungsi penting mulai dipusatkan dalam arsitektur komputasi yang lebih terintegrasi.

Arteris menyebut teknologi mereka mendukung integrasi berbagai elemen pemrosesan, termasuk CPU, GPU, akselerator AI, sensor interface, dan kemampuan functional safety dalam proses 5 nm. Pendekatan ini membantu sistem mencapai performa yang lebih terprediksi untuk beban kerja kompleks.

Dengan integrasi seperti ini, kendaraan bisa mengolah berbagai jenis data secara lebih efisien. Kamera dapat mengirim data visual, sensor dapat membaca kondisi sekitar, akselerator AI dapat melakukan analisis cepat, sementara CPU dan GPU membantu mengatur pemrosesan utama. Semua komponen bekerja sebagai satu ekosistem.

Share This Article