California kembali menjadi pusat perhatian dalam pembahasan regulasi teknologi setelah Gubernur Gavin Newsom mengusulkan perluasan pajak penjualan untuk mencakup software digital siap pakai atau prewritten software. Usulan ini bertujuan menutup celah lama dalam sistem pajak: software yang dibeli dalam bentuk fisik di toko dikenakan pajak penjualan, sementara unduhan software digital yang diunduh atau diakses secara digital umumnya tidak dikenakan pajak yang sama.
Saat ini, California pada umumnya tidak mengenakan pajak penjualan untuk produk data elektronik seperti unduhan software digital, e-book, aplikasi mobile, gambar digital, dan produk digital lain jika dikirim sepenuhnya melalui internet. Namun, jika produk yang sama diberikan dalam bentuk fisik, misalnya CD, flash drive, atau salinan cetak, transaksi tersebut biasanya menjadi objek pajak. Aturan inilah yang dianggap menciptakan ketidakseimbangan antara toko fisik dan layanan online.
Newsom menilai kondisi tersebut tidak lagi sesuai dengan realitas ekonomi modern. Saat banyak unduhan software digital berpindah dari kotak fisik ke unduhan digital, cloud, dan layanan berlangganan, negara bagian melihat perlunya memperbarui sistem pajak agar lebih netral terhadap cara produk dikirimkan. Jika disetujui legislatif, aturan baru ini akan berlaku mulai 1 Januari 2027.
Mengapa Pajak Ini Diusulkan?
Alasan utama di balik usulan ini adalah prinsip keadilan pajak. Pemerintah California melihat ada ketimpangan antara pembelian software secara fisik dan digital. Jika seseorang membeli software di toko, ia bisa terkena pajak penjualan dasar negara bagian sebesar 7,25%. Namun, jika unduhan software digital yang sama dibeli melalui unduhan online, transaksi tersebut umumnya tidak dikenakan pajak penjualan.
Bagi pemerintah, perbedaan ini menciptakan perlakuan yang tidak seimbang. Toko fisik tampak kurang kompetitif karena harga akhir produk mereka lebih tinggi akibat pajak, sementara penjualan digital mendapat keuntungan dari celah aturan lama. Padahal, dari sisi pengguna, produk yang diterima bisa saja memiliki fungsi yang sama.
Usulan pajak ini juga berhubungan dengan kebutuhan anggaran negara bagian. Pemerintah memperkirakan perluasan pajak ke unduhan software digital digital siap pakai dapat menghasilkan US$450 juta untuk General Fund California pada tahun anggaran 2026–2027 karena hanya berlaku setengah tahun, lalu sekitar US$900 juta per tahun setelah berjalan penuh. Pendapatan pajak lokal juga diperkirakan bertambah sekitar US$560 juta pada tahun pertama dan bisa naik menjadi US$1,1 miliar pada tahun-tahun berikutnya.
Apa yang Akan Kena Pajak?
Fokus usulan ini adalah prewritten software, yaitu software siap pakai yang dibuat untuk penggunaan umum, bukan software custom yang dibuat khusus untuk satu klien. Legislative Analyst’s Office California menjelaskan bahwa usulan gubernur akan memperluas pajak penjualan negara bagian ke penjualan prewritten software secara luas, tanpa melihat apakah unduhan software digital tersebut dikirim lewat media fisik, unduhan digital, atau cara lain. Software custom tetap dikecualikan.
Dengan pendekatan ini, produk seperti software produktivitas, aplikasi bisnis siap pakai, layanan cloud tertentu, dan software berbasis langganan berpotensi terdampak, tergantung detail final aturan yang disetujui. Newsom juga menyatakan bahwa sekitar 75% transaksi yang berpotensi terkena pajak adalah transaksi bisnis-ke-bisnis, bukan hanya pembelian konsumen biasa.
Namun, proposal ini tidak otomatis mencakup semua layanan digital. Newsom menegaskan bahwa layanan streaming belum termasuk dalam proposal saat ini. Ini penting karena publik sering mencampuradukkan software digital, SaaS, aplikasi, game, e-book, musik, film, dan layanan streaming, padahal kategori pajaknya bisa berbeda.
Dampak bagi Perusahaan Teknologi
Jika aturan ini disetujui, perusahaan software besar seperti Microsoft, Salesforce, Adobe, Oracle, dan penyedia SaaS lain bisa terdampak. Mereka mungkin harus menyesuaikan sistem penagihan, memungut pajak dari pelanggan California, memperbarui laporan pajak, dan meninjau ulang struktur harga.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar. Startup SaaS, penyedia software B2B, pengembang aplikasi bisnis, dan vendor cloud juga bisa menghadapi beban kepatuhan baru. Mereka harus memahami apakah produk mereka masuk kategori prewritten software, bagaimana status pelanggan mereka, dan bagaimana cara melaporkan pajak dengan benar.
Bagi perusahaan yang menjual ke banyak negara bagian, California bukan satu-satunya wilayah dengan aturan pajak digital yang kompleks. Namun, karena California adalah pasar besar dan pusat industri teknologi, perubahan ini bisa menjadi sinyal kuat bagi negara bagian lain untuk meninjau ulang kebijakan serupa. Jika California bergerak, biasanya efeknya bisa terasa lebih luas.
Dampak bagi Konsumen dan Pelaku Usaha
Untuk konsumen biasa, dampak langsungnya mungkin berupa kenaikan harga akhir saat membeli atau berlangganan unduhan software digital tertentu. Jika pajak dibebankan kepada pembeli, harga yang dibayar akan lebih tinggi dibanding sebelumnya. Bagi pengguna individu, perubahan ini mungkin terasa pada pembelian aplikasi produktivitas, software kreatif, atau layanan digital tertentu.
Namun, dampak yang lebih besar kemungkinan terjadi pada pelaku usaha. Karena sebagian besar transaksi yang berpotensi terkena pajak adalah business-to-business, perusahaan yang menggunakan banyak software berlangganan bisa melihat biaya operasional meningkat. Bisnis kecil yang memakai software akuntansi, CRM, kolaborasi, desain, cybersecurity, dan cloud tools mungkin harus menyesuaikan anggaran.
Bagi toko fisik, usulan ini dapat dianggap sebagai langkah penyetaraan. Mereka selama ini harus bersaing dengan versi digital yang tidak memiliki beban pajak serupa. Dengan aturan baru, cara pengiriman produk tidak lagi menjadi faktor utama dalam perbedaan pajak.
Argumen Pendukung Usulan Ini
Pendukung usulan ini akan melihatnya sebagai modernisasi pajak. Ekonomi telah berubah. Banyak produk yang dulu dijual dalam bentuk fisik kini berpindah ke digital. Jika sistem pajak tetap menggunakan pendekatan lama, pendapatan negara bisa menurun dan perlakuan terhadap bisnis bisa menjadi tidak seimbang.
